Inilah Beberapa Kesalahan Persepsi Mengenai Asuransi Mobil All Risk


Asuransi mobil All Risk memang menjadi primadona di kalangan pemilik mobil baru. Maklum, mobil baru selalu disayang. Lecet dikit, ganti. Rusak dikit, perbaiki. Hanya saja, ada beberapa kesalahan persepsi orang-orang mengenai All Risk yang harus dijelaskan agar konsumen tidak merasa kecewa. Apa sajakah itu?

Inilah Beberapa Kesalahan Persepsi Mengenai Asuransi Mobil All Risk

Membeli Asuransi All Risk Bisa Memicu Pemborosan


Kenapa seperti itu? Biar dijelaskan. Ketika membeli polis asuransi All Risk, otomatis Anda akan membayar premi yang jauh lebih mahal ketimbang TLO. Hanya saja, jangka proteksinya hanya setahun. Bisa jadi, dalam setahun itu Anda tidak mendapat manfaat apapun dari premi asuransi yang telah Anda bayarkan.

Atau, jika bukan begitu, Anda akan mengambil terlalu banyak manfaat yang ternyata setelah dipikir, enggak butuh-butuh amat. Jika Anda menahan diri dari membeli asuransi mobil All Risk, ternyata manfaat yang Anda ambil enggak semahal preminya. Nah, jadi pemborosan, kan?

Dengan Membeli All Risk, maka Nilai Jual Mobil Bertambah


Ini kesalahan persepsi yang kedua. Banyak orang berpikir bahwa dengan memiliki polis asuransi mobil All Risk, maka nilai jual mobil akan bertambah. Oh, ya, jelas tidak, ya!

Hal yang perlu dicatat adalah asuransi tidak bisa dipindah tangankan meskipun mobilnya telah berpindah tangan. Artinya apa? Anda telah membayar premi asuransi untuk menaikkan harga mobil yang ternyata sia-sia.

Polis asuransi mobil All Risk akan batal dengan sendirinya jika mobil telah dijual. Tapi tenang, Anda masih bisa mengajukan refund premi untuk tahun itu apabila belum pernah mengajukan klaim.

Membeli Dua Asuransi Mobil All Risk Agar Bisa Melakukan Dobel Klaim


Ini jelas persepsi yang salah kaprah, ya. Meskipun telah membeli 2 polis asuransi, bukan berarti bisa dobel klaim apabila mobil memiliki kerusakan. Tidak. Perusahaan juga memiliki peraturan sendiri. Dua polis asuransi tidak bisa melakukan klaim terhadap objek pertanggung jawaban yang sama.

Premi Asuransi untuk Mobil Bekas Akan Lebih Murah Dari yang Baru


Banyak orang berpikir bahwa premi asuransi mobil All Risk untuk mobil bekas akan lebih murah ketimbang mobil baru. Ini persepsi yang juga salah kaprah. Biasanya tidak ada perbedaan antara mobil baru dengan mobil bekas. Jarang sekali sebuah perusahaan asuransi yang menetapkan rate harga polis berdasarkan kondisi dan status mobil baru atau bekas.

Seluruh Kerusakan Aksesori After Market juga Akan Ditanggung Oleh Asuransi Mobil All Risk

Inilah Beberapa Kesalahan Persepsi Mengenai Asuransi Mobil All Risk

Persepsi yang seperti ini tidak bisa dikatakan benar, tapi tidak juga dikatakan salah. Yang harus dilakukan adalah membaca perjanjiannya dengan teliti. Biasanya, aksesori tidak akan masuk ke dalam jaminan polis asuransi. 

Akan berbeda ceritanya jika melakukan modifikasi setelah melapor lebih dulu kepada perusahaan asuransi mobil All Risk. Jika seperti ini ceritanya, maka aksesori after market yang dipasang dalam mobil bisa saja masuk ke dalam tanggungan.

Pihak Ketiga akan Otomatis Masuk ke Dalam Klaim Asuransi Mobil All Risk


Pihak ketiga yang dimaksud di sini adalah, misalnya mobil Anda mengalami kecelakaan bersama mobil orang lain, nah, mobil orang lain inilah yang disebut pihak ketiga. Biasanya, orang yang membeli All Risk akan berpikir bahwa pihak ketiga akan otomatis masuk ke dalam tanggungan.

Ini bisa saja terjadi dengan satu syarat: yakni jika Anda mengajukan jaminan perluasan polis kepada perusahaan asuransi. Jika tidak melakukan pengajuan tersebut, jangan harap pihak ketiga akan masuk ke dalam tanggungan.

Nah, itulah beberapa kesalahan persepsi mengenai asuransi mobil All Risk. Diharapkan, ketika mengetahui hal-hal di atas, bisa menjadi pertimbangan dalam memilih asuransi mobil yang benar-benar Anda butuhkan.